
Penulis: Anwar, M. Pd. || Ridwan, M. Pd || Dr. Adam, M. Si., M. Pd. || Dr. Arifin, M. Pd. || Siti Rahmi, M. Pd. || Nurwahidah Alimuddin, Ma. || Editor, Nurul Fadilah, M. Pd
Saat ini sering terjadi berbagai macam tingkah laku dikalangan siswa terkhusus para remaja yang berada pada masa prapubertas. Sekolah bukan sekedar wadah untuk menimbah ilmu melainkan tempat mengapresiasikan diri mereka tetapi beberapa siswa cenderung mengekspresikan diri mereka secara negatif. Bahkan sering kali dijumpai perilaku yang agresif dan menekan, baik dalam bentuk tindakan fisik secara langsung dan/atau menyerang melalui kata-kata atau disebut dengan bullying. Bullying tidak asing lagi untuk di dengar di Negara ini. Kasus ini juga terjadi di Negara-negara besar seperti Negara Amerika, Skandinavia maupun Inggris, (Laporan dari organisasi seperti UNESCO atau UNICEF tentang bullying di sekolah). Penekanan pada tindakan negatif membuat bullying berkonotasi dengan tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk memberikan perasaan tidak nyaman pada orang lain. Mencaci, merendahkan, mencela, memberikan julukan, menendang mendorong memukul meminta uang (mera mpas, pemerasan), menghindar, menolak untuk berteman merupakan bentuk-bentuk nyata dalam tindakan bullying.